Gambar ini saya ambil dengan menggunakan Kamera Canon EOS 400D. Objek Saya ambil di lokasi depan gedung Sate di Jalan Diponegoro, Bandung. Tema yang saya berikan pd foto ini yaitu “Lintas Budaya”.  Saya ambil tema ini karena unik, ada pedangang kerak telor yang notabene adalah makanan asli khas Betawi. Bahkan di betawi atw jakarta, makanan ini sdh jarang ditemukan kecuali jika ada acara kebudayaan saja seperti PRJ. Nah, skrg saya bisa menemukannya, bukan di Jakarta, tapi di Bandung. Jualannya jg pas di depan pagar Gedung Sate, bandung. Dua hal yang kontras, Gedung sate dan kerak Telor, haha… Makanya saya beri judul Lintas Budaya tsb. Hati2 di tangkep satpol PP pak…..

lintas-budaya1

    Kemarin baru abis nonton Festival Film Indonesia alias FFI alias Piala Citra. Rencananya sih pengen nonton langsung ke sana, tapi berhubung satu dan lain hal, jadi harus puas hanyamenonton di TV. Padahal pengen bgt, penasaran kayak apa nonton langsung, soalnya ditayangin langsung dari depan gedung sate. Persiapan sdh terlihat dari beberapa hari sebelum hari jumattersebut. G seperti acara biasanya. Tampaknya panitia sangat memperhitungkannya. Terbukti jalan diponegoro tepatnya di depan gedung sate harus di blokir dan disterilkan dari pengendaramotor dan mobil sebelum acara dimulasi. Dan yang akan melintasi jalan itu, harus berlapang dada meluangkan waktunya untuk memutar lewat jalan belakang gedung sate.
   Satu hari sebelum perhelatan acara tersebut, tampak umbul-umbul FFi disepanjang jalan  diponegoro dan menambah meriahnya acara ini yang akan dihadiri berbagai artis kondang yang  sudah malang-melintang di jagat bioskop nasional kita(halah…!). Untuk informasi ini merupakan  FFI yang kedua yang diselenggarakan di Jawa Barat, setelah Provinsi Riau yang telah menyelenggarakannya lebih dahulu di tahun 2007.
Mari kita membahas acara tersebut. Emang enak jadi penonton, bisa mengkritik. hehe.. Maaf ya klo ada yang marah. Yang pertama adalah musik pengiring pada acara ini. Agak aneh aja gtu. Apalagi pada saat2 pengumuman pemenang, bosen ngedengernya. Cma ada suara trumpet dan trombone dan band pengiring. G wah banget! Mgkn acara se keren ini harusnya pake orkestra dong, biar lebih eksklusif…
Logo Festival Film Indonesia
     Trus ada lagi, bangku tamu yang penataannya terkesan biasa2 saja, tidak mewah dan sklagi  tidak eksklusif.Saya g ngerti apa mungkin acaranya di set sederhana saja. Klo benar, sayang sekali. Mungkin karena ingin dapat icon gedung satenya, trus setting pentas, red carpet,  dan kursi tamu terkesan dipaksakan. Seperti tenda orang kawinan saja… Orang juga mgkn udh  bosen ngeliat bandung cuma gedung sate nya doang. Bukannya Bandung juga punya gedung2 mewah dan cukup representatif dengan tidak meninggalkan budaya sundanya. Masak kalah dengan  Riau, mereka bisa bikin acara yang mewah dan sangat megah… Gmn sih…?

 

Hostnya juga g salah pilih tuh? Kyknya masih banyak MC yang lebih oke dari mereka….
Bandnya juga masih banyak band asal bandung yang bisa lebih dari itu…

 

Huh.. Mdh2an FFI tahun berikutnya lebih baik, Karena Versi bandung bukan contoh yg baik
Peace….

dfdfwdMungkin Klo diliat-liat foto ini biasa2 aja, sekelompok orang yang sedang berkumpul untuk latihan Bersama Marching Band Garuda tahun 2004. Saya iseng2 buka file foto-foto jadul. Tapi pas saya amatin bener kyknya ada orang yg saya kenal (padahal pada saat itu blm). Orang yang berbaju putih dan bermain Marimba. Kyknya KUki deh… Hehehe… Bener g sih? Klo g slah anak2 juga pernah bilang klo tahun 2004 tu MBWG ikutan LatBer juga. Wah ternyata pd saat itu ada pemaen MBWG. Pas tahun 2004 itu saya masih maen di BCK Dumai. Trus ada lagi, diantara wanita bertopi hijau itu ada teman sesama pinka saya, yaitu ringkes. Waktu itu katanya dia masih maen mello (dan masih kurus). hehe…. Siapa lg yg kalian kenal? Bantulah saya….

Ni video klip bikin gw merinding bgt. Oke bgt konsepnya. Lebih dari itu, sepertinya nyatu bgt dengan filmnya. Apalagi bs ngeliat tokoh2 yg kmrn cma bs dibaca dibuku. Keren ga ya filmnya.? Cuplikan yg pas ditayangin di kick andy kyknya bgs. Semoga saja iya. Soalnya banyak fans andrea hirata yg nungguin ni film. Atau bahkan yg g rela buku ini dibikin film. hehe…. Tp gw lg di dumai. Tak ada bioskop. Menyedihkan….

Orang Gila!

more about "Ivan Pacheco I & E Solo", posted with vodpod

Baru beberapa hari yang lalu saya nonton acara “Apa kabar Indonesia” di TV One. Salah satu topiknya membahas tentang larangan terhadap artis yang berpenampilan kewanita-wanitaan (banci) di TV. Pada sesi itu hadirlah dari pihak KPI, Psikolog anak, dan perwakilan artis yang diwakili Tessy yang kita tahu ia selalu berlakon banci ketika tampil di acara TV. Momen bulan puasa ini dijadikan alasan pihak KPI tersebut. Psikolog anak tersebut juga secara menggebu-gebu menjelaskan dampak negatif tayangan banci tersebut ketika ditonton oleh anak-anak. tampaknya si Ibu ini trauma kalau2 anaknya ikut2an jadi banci. Tampak sekali pada saat itu mas Tessy kehabisan kata untuk mengelak dari tudingan tersebut. Terang saja, yang dihadapinya adalah yang berkompeten dibidangnya. Intinya sang psikolog yang mewakili ibu-ibu Indonesia setuju terhadap kebijakan KPI tersebut.

Efeknya cukup cepat dirasakan. Disalah satu stasiun TV saja saya melihat, Olga yang biasanya berkostum cewek sekarang menggunakan pakaian lazimnya laki-laki, waaupun tidak bisa menyembunyikan gayanya yang emang sedikit kebanci-bancian. Demikian pula Tessy. tak tampak lagi ciri khasnya dengan pakaian wanita. Sangat disayangkan memang. KPI seperti menghentikan mata pencaharian seseorang. Mereka (KPI) menjatuhkan artis2 yang pada saat itu memang sangat booming. Pertanyaan yang muncul adalah, Kenapa baru sekarang merasa terusik.? Saya merasa fenomena ini sudah ada sejak puluhan tahun yang lalu. kemana aja?

KPI memang punya wewenang untuk menyeleksi tayangan yang ada, tapi juga mesti arif dan bijaksana,toh tayangan yang justru menyesatkan, berbau pornografi juga tetap tayang. Bahkan di waktu2 prime time. Mungkin itu jadi PR yang besar juga…

Next Page »